Amankan Data Sensitif di Seluruh Lingkungan Cloud dengan DSPM
Perusahaan Indonesia kini menyimpan data di mana-mana — database cloud, data warehouse, data lake, SaaS seperti Google Workspace dan Salesforce, hingga server on-premise. Sayangnya, semakin tersebar data, semakin sulit mengetahui di mana data sensitif berada, siapa yang mengaksesnya, dan apakah konfigurasinya sudah aman. Kondisi inilah yang kerap menjadi celah kebocoran data dan pelanggaran UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
DSPM (Data Security Posture Management) adalah solusi keamanan data generasi baru yang memberikan visibilitas menyeluruh terhadap lokasi, klasifikasi, dan risiko data di seluruh ekosistem — cloud, on-premise, hingga aplikasi SaaS. DSPM bekerja dengan menemukan data secara otomatis, mengklasifikasikan data sensitif, menilai postur keamanan, serta mendeteksi misconfiguration dan akses tidak wajar sebelum menjadi insiden.
Dengan DSPM, organisasi dapat mengetahui secara real-time di mana data sensitif disimpan, siapa yang boleh mengakses, dan langkah apa yang harus diambil untuk menutup celah — sekaligus memastikan kepatuhan terhadap UU PDP, ISO 27001, dan regulasi industri.
Apa itu Data Security Posture Management (DSPM)?
DSPM (Data Security Posture Management) adalah pendekatan keamanan data yang berfokus pada data itu sendiri — bukan hanya infrastruktur di sekitarnya. DSPM secara berkelanjutan memetakan data sensitif, mengevaluasi kebijakan akses dan konfigurasi penyimpanan, lalu memberikan rekomendasi perbaikan otomatis untuk mengurangi risiko kebocoran.
DSPM dapat digunakan sebagai bagian dari strategi keamanan untuk:
- Menemukan dan memetakan data sensitif di cloud, on-premise, dan SaaS
- Mengklasifikasikan data berdasarkan tingkat sensitivitas (PII, keuangan, kesehatan)
- Menilai postur keamanan penyimpanan data secara berkelanjutan
- Mendeteksi misconfiguration dan akses berlebihan secara real-time
- Memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dan regulasi industri
Tantangan yang Diselesaikan
Banyak organisasi menghadapi tantangan seperti:
- Data tersebar di banyak platform tanpa inventaris yang jelas.
- Tidak mengetahui data sensitif mana yang terekspos atau salah konfigurasi.
- Privileged access dan akses internal sulit dipantau.
- Sulit membuktikan kepatuhan UU PDP tanpa dokumentasi yang lengkap.
- Tim keamanan kewalahan karena alert yang tidak terarah.
- Insider threat dan akun yang disusupi sulit dideteksi dini.
- Tidak adanya kontrol terhadap data yang disalin ke cloud pribadi.
DSPM membantu menyederhanakan tantangan tersebut dengan memberikan gambaran utuh tentang postur keamanan data dan otomatisasi perbaikan di seluruh lingkungan penyimpanan data perusahaan.

Data Discovery Otomatis
Klasifikasi Data Sensitif
Monitoring & Deteksi Anomali Real-time
Audit Trail & Pelaporan Kepatuhan 